Giliran Air New Zealand dan KLM Pangkas Jumlah Karyawan

Baru baru ini, Dua maskapai Internasional akan memangkas karyawan untuk menekan dampak dari wabah virus corona. Maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand akan memangkas sekitar 30 persen dari total pekerja yang ada.

Dilansir dari sumber, memo internal perusahaan yang berasal dari CEO Air New Zealand Greg Foran mengungkap perusahaan harus menekan jumlah karyawan untuk mengurangi biaya operasi internasional.

Giliran Air New Zealand dan KLM Pangkas Jumlah Karyawan

“Salah satu kenyataan pahit yang kami hadapi adalah bahwa kami membutuhkan lebih sedikit Air New Zealand. Berdasarkan yang kami lihat hari ini dari 12.500 tenaga kerja, kami akan mengurangi sekitar 30 persen,” ujar memo internal tersebut.

Perusahaan mengatakan untuk mengurangi tingkat redudansi, maskapai tersebut mendorong agar staf mengambil cuti tahunan, cuti panjang atau cuti tanpa dibayar jika memungkinkan. Berhubung perusahaan mengaku tidak mungkin ‘terbang’ dengan kapasitas atau jumlah pelanggan yang sama dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga :
https://jalanmania.net/berita/silk-air-batalkan-sementara-24-jadwal-singapura-medan/


Maskapai KLM pun mengumumkan akan memangkas 2.000 karyawan untuk memerangi dampak wabah virus corona.

Maskapai asal Belanda tersebut memiliki sekitar 33 ribu karyawan. Kepala eksekutif Pieter Elbers mengatakan KLM juga akan meminta karyawan untuk bekerja dengan jam kerja lebih pendek.

“Dalam beberapa bulan mendatang kami akan mengurangi 1.500 hingga 2.000 pekerjaan,” kata Elbers dalam pesan video yang diposting di situs web KLM dikutip dari AFP.

Pejabat tinggi maskapai itu mengatakan pemutusan hubungan kerja termasuk pekerja paruh waktu. KLM meramalkan bahwa jumlah penerbangan akan turun 20 persen pada Maret dan 30 persen pada April karena penghentian sementara penerbangan ke China dan Italia sebagai akibat dari wabah COVID-19. Air-France yang bergabung dengan KLM memperingatkan bahwa wabah virus corona akan memukul bisnis maskapai dalam beberapa bulan mendatang. Pada Februari, maskapai ini telah kehilangan 0,5 persen penumpang.

Baca Juga :
https://jalanmania.net/berita/singapore-airlines-tambah-daftar-negara-untuk-opsi-pemulihan/

Maskapai pun memperkirakan akan kehilangan sekitar 150 juta euro hingga 200 juta euro hingga April mendatang.