Mulai Besok, Australia Tutup Akses Masuk Bagi Para Pengunjung Karena Corona

Kabar datang dari Australia yang akan menutup akses bagi siapa saja yang hendak berkunjung ke Australia besok malam dengan alasan untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers di Canberra hari ini setelah rapat pertemuan Komite Keamanan Nasional.

“Sekitar 80 persen dari kasus yang kami miliki di Australia adalah hasil dari seseorang yang telah tertular virus di luar negeri atau seseorang yang telah melakukan kontak langsung dengan seseorang yang kembali dari luar negeri,” Ungkap Morrison.

Mulai Besok, Australia Tutup Akses Masuk Bagi Para Pengunjung Karena Corona

“Jadi, proporsi kasus di Australia yang sangat besar berasal dari kasus impor.”

Penerapan lockdown atau akses masuk ini akan dimulai Jumat, 21:00 waktu setempat.

“Kami sekarang tidak lagi mengizinkan siapa pun, kecuali mereka adalah warga negara atau penduduk.”

Untuk warga yang ingin pulang ke Australia akses masuk tetap diberikan, tetapi dengan syarat akan isolasi selama 14 hari, kata Morrison.

Pemerintah juga telah bekerja sama dengan maskapai Qantas untuk memfasilitasi kepulangan warga Australia yang sedang berada di luar negeri.

Mulai Besok, Australia Tutup Akses Masuk Bagi Para Pengunjung Karena Corona

Hal ini juga telah didesak sebelumnya oleh Morrison agar warga Australia yang masih di luar negeri harus segera pulang.

Sedangkan untuk para pengunjung Australia telah berkurang secara signifikan karena kekhawatiran terhadap virus corona dan autran isolasi diri yang ketat telah diberlakukan.

Coronavirus telah berdampak signifikan pada industri traveling, hal itu juga yang dialami maskapai asal Australia, Qantas yang hari ini telah menangguhkan semua layanan internasional dan merumahkan sekitar sepertiga dari seluruh tenaga kerjanya.

Baca juga: Pembatasan Lalu Lintas Orang, Pemerintah Indonesia Harap WNI Segera Pulang

Sekitar 150 pesawat akan di-grounded sementara, termasuk semua A380 Qantas, 747, dan 787-9, serta armada 787-8 milik Jetstar.

Sekitar 20.000 staf Qantas dan Jetstar akan dirumahkan. Qantas mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada ASX pagi ini, keputusan dibuat untuk “mempertahankan pekerjaan sebanyak mungkin dalam jangka panjang”.

Australia juga akan menangguhkan semua layanan internasionalnya dari 30 Maret hingga 14 Juni. Ini juga akan memangkas kapasitas domestik di Virgin dan Tiger Air hingga 50 persen.

Kebijakan ini akan terus diperluas jika dalam beberapa hari dan minggu kedepan tingkat penyebaran infeksi tidak kunjung melambat.

Morrison mengakui bahwa situasinya membuat banyak orang Australia cemas.

Sumber: News AU