Pasca New Normal, Kasus COVID-19 Korea Selatan Malah Naik Lagi

Setelah beberapa waktu lalu, Korea selatan sudah mulai sempat melonggarkan social distancing dan menuju ke tahap new normal pasca serangan wabah corona yang mulai menurun di negara tersebut.

Namun, tak disangka setelah melakukan new normal, korea selatan malah mendapatkan laporan bahwa kasus COVID-19 melonjak naik kembali.

Dikabarkan kasus-kasus baru ini berasal dari wilayah Metropolitan Seoul, tempat bermukim separuh penduduk Korea Selatan. Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja.

Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Baca Juga: Mau Ke Jakarta? Pastikan Kamu Punya Surat SIKM!

Sekitar 56 kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir, yang terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.

Akibat laporan ini, pemerintah setempat memperkuat kembali aturan-aturan jarak social yang sebelumnya sempat diperlonggar sejak 6 Mei lalu.

Dengan pemberlakuan social distancing pada hari ini, Jumat (29/5/2020) hingga dua minggu kedepan museum, taman dan galeri seni semuanya akan ditutup.

“Kami telah memutuskan untuk memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua minggu mulai besok hingga 14 Juni,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung Hoo, dikutip AFP, Kamis (28/5/2020).

Selain itu lebih dari 200-an sekolah di Korea Selatan juga ditutup untuk beberapa hari kedepan.

Pasca New Normal, Kasus COVID-19 Korea Selatan Malah Naik Lagi

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Dikabarkan, sekitar 56 kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir, yang terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.

Warga juga disarankan untuk menahan diri dari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Sementara, fasilitas keagamaan diminta untuk lebih waspada dengan tindakan karantina.

Namun, tidak ada penundaan baru untuk pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung. “Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan (Seoul). Kita harus kembali ke jaga jarak sosial jika kita gagal,” ujarnya.

Pemerintah Korsel mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis ini, sehingga totalnya menjadi 11.344. Ini adalah lonjakan kasus harian terbesar di negeri itu sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April lalu.

Pertambahan kasus itu antara lain muncul gudang perusahaan perdagangan daring (e-commerce) Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul. Pada klaster baru ini, ditemukan 69 kasus, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung di gedung itu berada di bawah pengawasan isolasi secara mandiri, dengan lebih dari 80 persen dari mereka telah diuji sejauh ini, kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang Lip.