Turki Konfirmasi Kasus Corona Pertama, Bagaimana Dengan Indonesia?

Baru-baru ini Turki mengonfirmasi kasus pertama virus corona. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, yang mengatakan bahwa satu orang dinyatakan positif Corona setelah dilakukan pemeriksaan.

“Ini adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di negara kami. Diagnosis terinfeksi virus corona,” kata Koca dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2020).

Pasien tersebut saat ini telah diisolasi di sebuah rumah sakit. Dan keluarga dan orang yang pernah melakukan kontak dari pasien ini sedang dilakukan pemantauan oleh tim kesehatan.

Virus Corona di Turki

Untuk tempat tinggal dan dimana dirawatnya tidak dijelaskan.

Koca juga menyakini virus ini telah masuk ke Turki sebelum kasus ini terkuak. Dan dia juga melanjutkan akan berupaya semaksimal mungkin agar penyebaran virus corona tidak meluas.

“Deteksi dibuat lebih awal sehingga penyebaran (virus corona) terbatas. Negara kami siap untuk ini, semua langkah untuk mencegah penyebaran akan diambil,” tutup Koca.

Baca Juga: Kapal Pesiar Ini Beri Opsi Pemulihan Terkait COVID-19

Lalu, Bagaimana Indonesia?

Sedangkan di Indonesia saat ini telah tercatat sudah 27 orang yang mengidap virus Corona. 13 kasus diantaranya merupakan pasien yang tertular dari luar negeri.

Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan jumlah tersebut menjadi 27 setelah ada tambahan delapan pasien yang dinyatakan positif.

“Kemarin sudah mengumumkan pasien dengan kode 01 sampai 19. Saya akan lanjutkan hari ini, hasil lab siang tadi dan analisis bersama ahli. Total jumlah (pasien) baru delapan,” kata Yurianto kepada wartawan di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Corona Indonesia

Dari delapan pasien yang baru di umumkan, 5 diantaranya merupakan kasus dari luar negeri. Untuk negara asal, Yuri tidak menjelaskan dari mana asalnya.

Secara keseluruhan, berdasarkan keterangannya sejauh ini, sudah ada 13 kasus penularan Corona yang didapat dari luar negeri. Kasus-kasus itu adalah kasus 06, 07, 09, 10 (wna), 14, 15, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, dan 26.

Berikut daftar 27 pasien tersebut berdasarkan keterangan Pemerintah:

Kasus 01 adalah perempuan (31), kontak langsung dengan warga negara Jepang yang menjadi kasus terkonfirmasi ke-24 di Malaysia.

Kasus 02 adalah perempuan (64) yang mengalami kontak langsung dari kasus 01.

Kasus 03, mengalami kontak langsung dengan kasus 01.

Kasus 04, mengalami kontak langsung dengan kasus 01.

Kasus 05, pria (55), positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan dari penelusuran klaster Jakarta (kasus 01 dan 02)

Kasus 06 adalah pria (36), imported case dari Jepang, anak buah kapal Diamond Princess.

Kasus 07, perempuan (59), kasus imported case, baru kembali dari luar negeri.

Kasus 08, laki-laki (56), tertular dari kasus 07, menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen, karena memiliki diare dan riwayat diabetes.

Kasus 09, perempuan (55), imported case (datang dari luar negeri).

Kasus 10, laki-laki (29), WNA, tracing atas kasus 01.

Kasus 11, WNA, perempuan (54), bagian dari tracing kontak kasus 01.

Kasus 12, laki-laki (31), hasil tracing dari kasus 01.

Kasus 13, perempuan (16), hasil tracing dari subklaster pasien nomor 03.

Pasien kasus 14, laki-laki (50), imported case.

Kasus 15, perempuan (43), imported case.

Kasus 16, perempuan (17), terkait kontak erat dengan pasien kasus 15.

Kasus 17, laki-laki (56), imported case.

Kasus 18, laki-laki (55), imported case

Kasus 19, laki-laki (40), imported case.

Kasus 20, perempuan (20), cluster Jakarta.

Kasus 21, perempuan (46), cluster Jakarta

Kasus 22, perempuan (36), imported case.

Kasus 23, perempuan (73), imported case, menggunakan selang ventilator karena menderita penyakit lain. 

Kasus 24, laki-laki (46), imported case.

Kasus 25, perempuan (53), WNA, imported case.

Kasus 26, laki-laki (46), WNA, imported case.

Kasus 27, laki-laki (33), WNI, local transmission.

Baca Juga: 6 Cara Ampuh Menjaga Imunitas Tubuh Untuk Menangkal Virus Corona

Diketahui wabah ini bermula dari Wuhan, China di akhir 2019. Dan perlahan menyebar ke berbagai negara lewat kontak dalam kunjungan luar negeri.

Yurianto juga mengatakan pihaknya kesulitan memantau lalu lintas orang-orang yang terdampak virus Corona di banda karena faktor gelaja yang terkadang tak selalu nampak.