Fort Canning Park Destinasi Singapura Bernuansa Jawa-Bali

Singapura merupakan negara primadona bagi wisatawan Indonesia. Dan biasanya para wisatawan Indonesia kesini karena ingin berbelanja barang-barang bermerek dengan harga murah. Ada juga tempat wisata ikonik seperti Patung Merlion atau mengunjungi Universal Studio Singapura di Pulau Sentosa.

Selain tempat-tempat ikonik yang disebutkan tadi, ada tempat yang menarik. Namanya Fort Canning Park. Destinasi ini bukan taman di tengah kota yang biasa, namun disini terdapat tempat yang sangat bersejarah bagi Singapura.

Fort Canning atau sering dikenal dengan sebutan Forbidden Hill, konon merupakan sebuah tempat berdirinya kerajaan Singapura kuno dengan Raja bernama Sang Nila Utama yang berasal dari Palembang (Indonesia).

Tempat ini telah berganti nama beberapa kali. Karena banyaknya nama, tempat ini juga disebut sebagai Goverment Hill, karena pada masa pemerintahan Sir Stamford Raffles, tempat ini menjadi pusat pemerintahan.

Nah untuk ke sini kamu hanya perlu menaiki bus umum, MRT. Dan untuk MRT kamu bisa turun di stasiun Fort Canning. Di rekomendasikan saat kesini, datang pagi karena belum banyak yang datang kesini dan pemandangannya sangat indah di pagi hari.

Jika kamu melalui MRT Fort Canning kamu bisa sedikit menaiki tangga dan kalian akan menemui pancuran larangan (forbidden spring). Sebuah tempat replika pemandian para putri raja dan bangsawan dari Kerajaan Singapura Kuno. Disini akan terlihat kekentalan budaya Indonesia dan Eropa yang sangat kental terutama pada bangunannya.

Setelah itu, kamu juga dapat melihat gerbang Kerajaan Singapura kuno yang dinamai Gerbang Sang Nila Utama yang bentuknya seperti gerbang di Pulau Jawa dan Bali dengan ciri khas bata bewarna merah.

Fort Canning Park Destinasi Singapura Bernuansa Jawa-Bali

Namun, sayangnya Istana kerajaan Singapura Kuno telah menghilang. Namun ada beberapa artefak yang diyakini berkaitan dengan kerjaan itu. Di tempat ini juga terdapat kantor pendaftaran pernikahan. Jadi tak heran jika saat mengunjungi tempat ini akan ada yang berfoto pre-wedding.

Di taman ini terdapat bangunan-bangunan bersejarah dari masa kolonial Inggris. Terutama peninggalan Sir Stamford Raffless yang pada jaman dahulu memerintah Singapura dan menjadikan Singapura menjadi negara modern. Disini terdapat rumah kuno miliknya.

Terdapat juga tempat pemakaman Kristen bagi para pejabat kolonial Inggris. Pemakaman ini sudah ditutup dan hanya menyisahkan kurang dari sepulu makam saja.

Disini juga terdapat Fort Canning yang dulunya digunakan sebagai pusat komando tetara Inggris.

Rumah Sir Stamford Raffles dilengkapi dengan menara suar untuk melihat situasi laut singapura.

Dan sedikit fun fact bahwa Stamford Raffles merupakan ahli tumbuhan. Jadi tempat ini terdapat budidaya tanaman. Sebagian besar tanaman ini juga tumbuh di Indonesia. Seperti pohon pala, serai, asam, sirih, salam bahkan pohon mahkota dewa.

Rumah Raffles di Fort Canning Park

Dan yang terkenal di Fort Canning Park adalah Battle Box yang merupakan pusat komando tentara Inggris pada saat perang dunia kedua yang berlokasi di bawah tanah (bunker). Di mana melalui di tempat inilah Singapura melalui tentara kolonial Inggris menyerah kepada Jepang.

Bunker ini juga dilengkapi dengan pintu keluar rahasia yang pada saat ini hanya ditemukan satu pintu keluar rahasia yang disebut Sally Port. Untuk dapat masuk ke dalam Battle Box, pengunjung diharuskan mengikuti tur berbayar yang jumlah pesertanya dibatasi dan ada jadwal untuk tur setiap harinya.

Dilarang berfoto atau memoto apapun di dalam Battle Box. Di dalam Battle Box terdapat ruangan-ruangan yang difungsikan sebagai ruang rapat, ruang komunikasi dan ruang komando yang dilengkapi dengan penerangan, sirkulasi udara dan kamar mandi.

Baca Juga: 5 Negara Asia Tenggara Yang Wajib Kalian Jelajahi!

Untuk membuat Battle Box seperti suasana pada perang dunia kedua, di masing-masing ruangan dibuat diorama dengan patung-patung tentara Inggris dengan berbagai adegan. Tak ada ruginya menurut saya untuk mengikuti tur ini. Diakhir tur, pemandu wisata akan memberikan satu pertanyaan dan satu orang pemenang akan mendapatkan replika surat penyerahan Singapura kepada Jepang (the instrument of surrender).

Rasanya seharian ini saya hanya berkeliling di Fort Canning Park dan waktu sudah beranjak menjelang petang saat saya selesai berkeliling. Fort Canning Park pun sudah sangat ramai dibanjiri para pengunjung baik yang hanya sekedar berfoto ataupun piknik.